Selama 26 tahun karirnya di United, Ferguson telah
berurusan dengan banyak pemain. Kepada Anda, kami hadirkan pilihan kami
atas sebelas pemain terbaik dan sebelas pemain terburuk United di era
Ferguson.
Perjalanan seseorang tak selamanya mulus, begitu juga dengan Sir
Alexander Chapman Ferguson yang tak selalu menuai sukses selama 26
tahun berkarir di Manchester United. Dalam memilih pemain pun, Ferguson
tak selamanya benar. Kadang kala ia mendatangkan pemain yang biasa saja,
di lain waktu ia membentuk seorang legenda. Namun tak jarang pula ia
mendatangkan pemain yang tidak tepat.
Inilah pilihan kami akan sebelas pemain terbaik dan terburuk yang pernah bermain di Manchester United selama Ferguson bertakhta.
Ferguson’s Best XI (4-4-2)
Adu argumen tampaknya tak perlu kita lakukan di posisi ini. Siapapun
pasti setuju bahwa Peter Schmeichel pantas dinobatkan sebagai penjaga
gawang terbaik sepanjang masa yang pernah dimiliki oleh United. Ia
bahkan pantas masuk ke dalam tim terbaik dunia sepanjang masa.
Sepanjang delapan tahun karirnya di United, raksasa Denmark ini
berhasil melakukan banyak penyelamatan gemilang yang membantu pasukan
Ferguson merengkuh lima gelar juara Premier League, tiga Piala FA, satu
Piala Liga, empat Charity Shield, satu Champions League, dan satu UEFA
Super Cup termasuk menjadi bagian penting dari treble bersejarah tahun
1999.
Pemain yang selama membela United berhasil mempersembahkan 20 gelar
juara kepada satu-satunya klub yang pernah ia bela ini merengkuh tujuh
dari 20 gelarnya sebagai kapten United.
Sepanjang 19 tahun karirnya di United, Neville adalah contoh kerja
keras, dedikasi, dan konsistensi. Bersama United pula ia berkembang
menjadi salah satu bek kanan terbaik yang pernah dimiliki oleh Inggris.
Eks pemain Tim Nasional Serbia ini adalah salah satu alasan dari
keberhasilan kedua Ferguson di ajang Liga Champions. Didatangkan dari
Spartak Moscow pada 2006, Vidic segera menjadi sosok tak tergantikan di
jantung pertahanan United. Atas ketangguhannya itu pula ban kapten
sempat tersemat di lengannya walaupun ia bermain berpasangan dengan Rio
Ferdinand yang telah lebih dahulu bermain bagi United.
Hingga kini, hampir semua gelar terbaik di Inggris, Eropa, dan
tingkat dunia telah berhasil ia persembahkan dalam bentuk lima gelar
juara Premier League, empat Community Shield, tiga League Cup, satu Liga
Champions, dan satu trofi Piala Dunia Antarklub.
Ketangguhannya tak hanya diakui di United selaku tempat dimana ia
rutin bermain selama tiga tahun sejak didatangkan dari PSV Eindhoven
pada 1998. Dua tahun berturut-turut terpilih sebagai UEFA Defender of
the Year adalah bukti nyata kehebatannya yang juga menjadi salah satu
faktor kunci dari keberhasilan United dalam mencapai prestasi treble
yang termahsyur itu.
Walaupun hanya bertahan selama tiga tahun di Manchester, ia tak
pernah absen mempersembahkan trofi kepada United. Enam gelar juara ia
persembahkan kepada Red Devils dan empat diantaranya ia raih pada tahun
1999.
Banyak pihak yang mungkin akan meragukan kehadiran Irwin di daftar
ini karena ia memang dikenal sebagai pemain yang underrated. Namun
kemampuannya dalam menyerang adalah tambahan yang sangat baik terhadap
tugas utamanya sebagai pemain bertahan.
Walaupun berposisi sebagai bek kiri, pemain yang berkarir selama 12
tahun di United ini memiliki kaki kanan yang tak kalah baiknya. Dengan
kemapuannya mengeksekusi bola mati, Irwin kerap kali mencetak gol
penting bagi United.
Sulit sebenarnya menentukan siapa yang lebih pantas menduduki posisi
ini. Apalagi David Beckham memiliki kesepahaman yang sangat baik dengan
Gary Neville yang tak bisa tak masuk ke daftar ini. Namun transformasi
yang ditunjukkan oleh Ronaldo membuatnya pantas mendapatkan satu tempat
di sini.
Datang sebagai pemuda yang tak mengerti sepakbola sebagai permainan
tim, Ronaldo mau belajar sehingga berunahh dari seorang pemain
individualis menjadi sosok penting dalam skema permainan yang dimiliki
oleh Ferguson. Selain tentu saja kemampuan individunya yang berkembang
pesat, Ronaldo berkemang dari sosok pemberi umpan ke pencetak gol. Tak
puas dengan open play, Ronaldo menjadi tumpuan di bola-bola mati.
Sepanjang 2003 hingga 2009, ia berubah menjadi sosok yang nyaris
sempurna.
Bayangkan United tanpa Roy Keane. Sekarang mungkin Anda bisa dengan
mudah melakukan hal tersebut, namun pada masa jayanya, kehilangan Keane
adalah mimpi buruk bagi United. Semangat juangnya yang tinggi seringkali
menjadi alasan kemenangan dan kebangkitan United.
Ia juga merupakan sosok pejuang sejati yang tak ragu berduel dan
bertarung dengan pemain lawan demi membela rekan-rekan dan timnya. Tak
perlulah kita semua mempertanyakan pengorbanan yang ia lakukan demi
United.
Selain melengkapi kehadiran Keane yang tak akan berarti apa-apa
tanpanya, Scholes memang salah satu yang terbaik yang pernah United
miliki sepanjang masa. Kemampuan passing dan shootingnya yang sangat
baik menjadikannya gelandang yang serbabisa. Menjadi dirigen permainan,
menjadi pemecah kebuntuan dari lini kedua, menjadi pemutus serangan
lawan, semua mampu dilakukan dengan baik oleh the Ginger Ninja.
Steven Gerrard dan Zinedine Zidane bahkan nyata-nyata mengakui bahwa
Scholes adalah salah satu lawan terbaik yang pernah mereka hadapi.
Keputusan pensiunnya yang pertama membuat banyak pihak tak rela melepas
kepergiannya dan kedatangannya kembali ke Old Trafford disambut dengan
sukacita.
Carilah satu nama yang rutin bermain di setiap musim Premier League
sejak pertama kali digulirkan hingga sekarang dan tak pernah absen
mencetak gol, maka Anda pasti tak bisa menemukan sosok lain selain Ryan
Joseph Giggs. Gol memang tak serta merta bisa menjadi acuan, namun hal
itu adalah bukti nyata dari konsistensi permainan yang ia tunjukkan.
Kendati sudah berusia 39 tahun, Giggs tak menunjukkan tanda-tanda
bahwa ia mengalami penurunan kualitas dan kehilangan loyalitas terhadap
United.
Didatangkan dari PSV Eindhoven dengan riwayat cedera yang normalnya
akan membuat banyak klub berpikir dua kali untuk membelinya, van
Nistelrooy terbukti menjadi perjudian yang berhasil. Di United, ia
mungkin tak mampu melakukan banyak hal seperti Ronaldo dan Scholes namun
ia memiliki apa yang United butuhkan dan ia melakukan keahliannya
dengan sangat baik.
Seorang penyerang ulung yang mampu mengkonversi peluang dengan baik,
Ruudtje mempersembahkan 95 gol dan empat gelar bagi United sebelum
akhirnya berlabuh di Real Madrid.
Raja Old Trafford, janggal rasanya jika King Eric tak masuk ke dalam
daftar ini. Walaupun sering bertingkah aneh dan memiliki tempramen yang
buruk, Cantona adalah salah satu pemain terhebat yang pernah bermain
bagi United. Apa yang ia lakukan selama lima tahun karirnya di United
adalah bukti nyata kehebatan yang datang dari kejeniusan yang ia miliki.
Saat Ferguson memutuskan untuk mendatangkannya pada 1992, United
sedang menjalani puasa gelar juara liga yang telah berlangsung selama 25
tahun. Tak hanya membantu United mengakhiri rangkaian tahun-tahun buruk
yang mereka jalani di musim pertamanya di Manchester, Cantona menambah
tiga gelar juara liga lagi dalam lima tahun karirnya bersama United. Itu
belum termasuk dua gelar juara Piala FA san tiga Charity Shield.
Ferguson’s Worst XI (3-4-3)
Orang mungkin akan maklum dengan minimnya kesempatan bermain yang
didapatkan oleh Taibi karena ia memang berada di United saat Peter
Schmeichel sedang berada dalam masa kejayaannya. Namun dari empat
kesempatan yang diberikan oleh Ferguson sepanjang karirnya di United,
Taibi tak sekalipun bermain baik dan selalu melakukan kesalahan
mendasar.
Berhasil mencatatkan penampilan perdana di tim utama United kala
bertanding melawan Quuens Park Rangers karena United mengalami krisis
defender, Prunier yang kala itu masih menjalani trial kembali dipercaya
bermain di pertandingan melawan Tottenham Hotspur. Disinilah Fergie
mulai yakin bahwa ia tak menginginkan Prunier karena pemain plontos itu
dinilai menjadi alasan utama kekalahan besar United di tangan Spurs.
Pemain asal Irlandia Utara ini menjadi sosok yang menjanjikan dengan
apa yang ia tunjukkan di tim muda United. Ketika mendapatkan kesempatan
bermain di pertandingan yang relatif mudah melawan York City di Piala
Liga, McGibbon menghancurkan peluangnya sendiri dengan bermain buruk. Ia
kemudian menghabiskan dua musim di luar United sebagai pemain pinjaman
sebelum resmi dilepas oleh pihak klub.
Kepergian Jaap Stam membuat United membutuhkan defender yang sama
tangguhnya dengan segera. Nama Blanc yang terkenal sebagai juara Piala
Eropa 2000 dan Piala Dunia 1998 serta pemain terbaik keempat Perancis
sepanjang masa tampak lebih dari cukup untuk menambal lubang yang
ditinggalkan oleh pemain Belanda tersebut. Nyatanya, di musim pertama
Blanc berkostum United, klub itu mengakhiri musim dengan posisi terburuk
di Premier League sepanjang sejarah mereka; ketiga. Tak hanya itu,
United juga mengakhiri musim tanpa satupun gelar juara, pertama kali
dalam empat tahun.
Putra dari pemain legendaris Belanda ini bukanlah pemain yang buruk,
terbukti dengan keberhasilannya merangsek naik ke tim utama Barcelona
saat sang ayah menjadi manager di sana. Bagaimanapun, karirnya di United
tak semulus harapan. Walaupun ia ikut merasakan gelar juara, Jordi
hanya bermain sebanyak 55 kali selama empat musim di United.
Sulit memang memenuhi ekspektasi publik ketika Anda diminta untuk
menjadi penerus dan pelapis sepadan dari Roy Keane. Keputusan untuk
melepasnya ke Aston Villa diharapkan United mampu menjadi win-win
solution agar sang pemain kembali mampu mengeluarkan kemampuan
terbaiknya. Nyatanya, ia tetap gagal bersama the Villans.
Salah satu aktor utama dalam keberhasilan Tim Nasional Brasil menjadi
juara dunia di Piala Dunia Korea-Jepang, Kleberson didatangkan ke
United oleh Fergie sebagai pengganti dari Juan Sebastian Veron yang
karirnya di United dinilai tak terlalu baik. Nyatanya, Kleberson bermain
sama kacaunya dan akhirnya dilepas ke Besiktas.
Tak perlu berkecil hati jika Anda mengaku sebagai fans sejati United
dan tak pernah mendengar nama Ralph Milne karena ia memang tak pernah
benar-benar bermain di tim utama United di sebuah pertandingan resmi.
Walaupun pihak klub hanya mengeluarkan dana sebesar 170 ribu
poundsterling untuk mendatangkannya, Ferguson yang tak pernah memberinya
kesempatan bermain saja tak mampu menahan diri untuk menyebut Milne
sebagai pembelian terburuk yang pernah ia lakukan.
Jalan hukum harus ditempuh untuk menjadikan David Bellion secara
resmi berstatus pemain United. Didatangkan kala masih berstatus sebagai
pemain Sunderland, kasus Bellion dibawa ke meja hijau dan United
terbukti bersalah sehingga harus membayar sejumlah uang kepada pihak
Sunderland. Belum lagi tercorengnya nama baik mereka di mata hukum dan
masyarakat awam. Pada akhirnya, pengorbanan United menjadi terlihat
sia-sia karena Bellion hanya mampu menyarangkan empat gol selama
berkarir di United.
Ya, Diego Forlan memang salah satu pemain terbaik yang pernah
dimiliki oleh Uruguay, Villareal, dan Atletico Madrid. Tak perlu juga
kemampuan mencetak golnya dipertanyakan, terlebih prestasinya di atas
lapangan. Namun kita semua tak dapat menutup mata bahwa dirinya memang
tak sukses di United. Forlan membutuhkan delapan bulan untuk pada
akhirnya mencetak gol pertamanya bagi United. Secara keseluruhan, ia
hanya mampu menyarangkan 17 gol selama tiga tahun di Old Trafford.

Sempat menjadi pemberitaan dunia karena berstatus sebagai pemain
China pertama yang mampu bermain bagi United, kombinasi nasib buruk dan
inkompetensi menjadikannya mengalami masa-masa sulit di United. Dengan
sulitnya pengurusan izin kerja di Inggris, Dong Fangzhuo membutuhkan
waktu dua tahun untuk secara resmi terdaftar sebagai pemain United dan
ia membutuhkan waktu tiga tahun untuk melakoni debutnya dan itupun ia
raih di pertandingan liga yang sudah tak penting bagi United karena
mereka telah memastikan gelar juara. Dinilai tak cukup berguna bagi
klub, kontraknya diputus secara baik-baik sebagai win-win solution bagi
dirinya dan pihak klub, serta agar nomor punggung yang ia kenakan dapat
diberikan kepada Rafael da Silva.