Senin, 03 Juni 2013

"Pertahanan United Terbaik di Eropa"

Rio Ferdinand.(foto:Reuters) 

MANCHESTER - Mantan pemain bertahan Manchester United, Jaap Stam menyatakan bahwa bek tengah mantan klubnya itu layak dipandang sebagai yang terbaik di Eropa. Mantan pemain internasional Belanda ini mendapatkan ketenaran saat menghabiskan 3 musim di Old Trafford dan membantu United mendapatkan Treble Winners pada musim 1998/1999.

Stam yakin bahwa David Moyes beruntung mendapatkan warisan kelompok pemain bertahan terbaik di Eropa, dengan adanya sosok Rio Ferdinand, Nemanja Vidic , Jhonny Evans dan juga didukung oleh talenta muda seperti Phil Jones dan Chris Smalling.

“Saat ini banyak orang yang bertanya siapa pemilik pertahanan terbaik di Eropa. Sangat sulit untuk menyebut satu nama tapi saya rasa jika anda melihat bek tengah milik United,mereka memiliki gabungan yang baik antara pemain muda dan tua. Mereka adalah pemain yang berkualitas dan tidak banyak tim di Eropa yang memiliki pilihan seperti yang dimiliki United di posisi itu,” ujar Stam yang saat ini telah berusia 40 tahun itu di situ resmi Manchester United.

Saat ini Stam sedang memulai kariernya di dunia kepelatihan. Dan saat ini dia telah menjadi asisten pelatih di FC Zwolle yang juga merupakan klub pertamanya saat memulai karier profesional sebagai pemain sepakbola.

Suporter MU Sukses Bikin Sir Alex Terharu

 

Manchester - Publik Old Trafford memberikan sambutan meriah untuk Sir Alex Ferguson dalam penampilan terakhirnya sebagai manajer Manchester United di stadion tersebut. Fergie pun terharu.

Stadion berjuluk 'Theatre of Dreams' tersebut seperti jadi lautan warna merah saat Fergie melangkahkan kaki ke lapangan sebelum laga MU lawan Swansea, Minggu (13/5/2013) malam WIB. Menyambut manajer berusia 71 tahun tersebut, berjejerlah para pemain MU dan Swansea yang membentuk guard of honour.

Kibaran bendera-bendera kecil bertuliskan "Champions" dan angka "20" terlihat di kursi penonton, khususnya sektor tribun yang sudah dinamakan menjadi Sir Alex Ferguson stand.

Nyanyian puja-puji untuk Fergie pun mengiringi langkah pria yang sudah menangani MU sejak 1986 dan mengantar klub berjuluk 'Setan Merah' tersebut ke sederet gelar, di antaranya 13 titel Liga Primer dan dua trofi Liga Champions.

Langkah Fergie menuju bench MU setelah itu turut dibarengi dengan permintaan tanda tangan dari para suporter klub. Kamera juga sempat menyorot sejumlah suporter tua dan muda yang berusaha menahan haru.

Setelah peluit akhir dibunyikan, dengan MU tampil jadi pemenang dengan skor 2-1, Fergie pun diberikan kesempatan di tengah lapangan untuk memberikan pidato perpisahan.

Lagi-lagi suporter MU memberikan apresiasi luar biasa. Bermacam-macam poster dan spanduk berisikan puja-puji terus-terusan dipampang para suporter sebagai apresiasi saat Fergie berbicara. Tepuk tangan pun membahana setiap Fergie selesai bicara, kendatipun ketika ia kembali berkata-kata seluruh stadion langsung sunyi senyap menyimak.

"Itu fantastis. Benar-benar perpisahan luar biasa. Aku sedikit berkaca-kaca," aku Fergie setelahnya, seperti dikutip BBC.

"Atmosfernya luar biasa. Aku sangat bangga dengan para suporter, mereka sungguh hebat," lanjutnya.

Dalam prosesi penyerahan piala, para pemain MU juga memberi kehormatan buat Fergie untuk mengangkat trofi, sebuah ritual yang biasanya dilakukan oleh kapten klub--Nemanja Vidic.

"Ini adalah hari yang emosional buat semuanya. Ini adalah sebuah perasaan yang aneh dan sudah seperti ini sepanjang pekan. Ini adalah sebuah hari yang spesial," kata gelandang MU Michael Carrick.

"Bahkan di ruang ganti, ia berusaha membuat semua sewajar biasanya, tapi di benak para pemain terus terlintas bahwa ini adalah yang terakhir. Dengan penyambutan yang ia dapatkan, itu sudah luar biasa," sambungnya.
 

"Gabung United, Zaha Semakin Pede"

Wilfried Zaha. (Foto: Mirror.co.uk) 

LONDON - Gelandang belia asal Inggris, Wilfried Zaha, akhirnya akan memulai petualangannya bersama juara Premier League, Manchester United, mulai musim 2013/14 mendatang. Pelatih Timnas Inggris, Roy Hodgson mengatakan kalau proses transfer tersebut akan sangat bagus bagi perkembangan karier Zaha sendiri.

Zaha dikontrak Setan Merah dari Crystal Palace pada Januari lalu, namun tak langsung bergabung, melainkan tetap bermain untuk Palace -dengan status pinjaman- selama setengah musim. Meski belum mendapat jaminan mendapat tempat di skuad utama, namun kehadiran Zaha dipercaya akan menambah kekuatan United musim depan.

“Saya menyukai Wilfried Zaha. Dia pemain yang bagus. Saya pergi ke Palace beberapa waktu lalu untuk melihat permainannya, dan tentu saja, kepindahannya ke Manchester United sangat hebat. Bagi saya, dia akan melakukan sesuatu yang besar,” ujar Hodgson, seperti dilansir Goal, Senin (27/5/2013).

“Dia akan mendapat kesempatan. Saat klub seperti Manchester United mempersiapkan dana untuk membeli para permain, itu karena mereka berpikir (pemain-pemain itu) akan membantu memenangi sesuatu, dan itu akan menambah kepercayaan diri dan ego (sang pemain),” sambung mantan pelatih Liverpool tersebut.

Pada musim ini, Zaha sendiri memainkan peran penting di kubu Palace. Pemain yang lahir di Pantai Gading tersebut, bermain pada 43 pertandingan Divisi Championship dan mencetak enam gol, serta membawa timnya finis di posisi lima klasemen akhir dan akan memainkan pertandingan playoff untuk meraih satu tiket promosi ke Premier League.

Terkait Isu Barca, De Gea Betah di United

David De Gea masuk radar Barcelona/Ist 

MANCHESTER – Kepergian Victor Valdes dari Barcelona musim depan membuat raksasa Catalunya itu mengamati kiprah David de Gea di Manchester United dengan seksama. Hanya saja, De Gea sedari awal menepis isu tersebut.

Kontrak Valdes yang habis Juni 2014 dipastikan tak diperpanjang. AS Monako dan Arsenal sudah mengutarakan ketertarikannya kepada kiper ketiga tim nasional Spanyol tersebut.

De Gea disebut-sebut jadi calon terdepan yang bakal mengawal mistar Barca selain Jose Manuel Reina.

Performa gemilang De Gea sepanjang musim 2012/13 yang menghasilkan trofi Premier League pertamanya kala berkostum Manchester United membuat Barca terkesan. De Gea menjadi bagian integral kesuksesan Setan Merah hingga namanya masuk Team of the Season.

“Saya bahagia di Manchester. Kemarin merupakan musim yang bagus. Semakin lama, performa saya terus membaik. Saya punya kontrak di United dan berharap bisa bertahan di sini bertahun-tahun,” kata De Gea seperti dikutip ESPN.

Kiper Spanyol 22 tahun tersebut dibeli United dari Atletico Madrid pada musim panas 2011 lalu sebesar 20 juta euro menggantikan Edwin van der Sar yang pensiun.

Van der Sar Sarankan Rooney Bertahan

Wayne Rooney. (Foto: Reuters) 

MANCHESTER – Edwin van der Sar mencoba memberikan masukan untuk Wayne Rooney. Mantan kiper Manchester United itu meminta agar Rooney tetap bertahan di Old Trafford musim depan.

Diberitakan sebelumnya, setelah pertandingan melawan Swansea City, penyerang asal Inggris itu memang meminta untuk ditransfer. Rooney mengaku tidak akan bisa bekerja sama dengan pelatih anyar, David Moyes.

Van der Sar mengakui musim 2012-2013 permainan Rooney memang agak meredup bila dibandingkan dengan musim sebelumnya. Namun, Van der Sar percaya mantan penyerang Everton itu masih memiliki peranan penting di Old Trafford.

"Itu mungkin musim yang buruk bagi Rooney dan dia tidak bermain dalam beberapa pertandingan terakhir, tapi dia benar-benar menjadi bagian penting bagi skuad United," kata Van der Sar, kepada BBC Radio 5.

“Pemain dari Inggris cenderung untuk tinggal di Inggris untuk bermain sepakbola mereka dan memang demikian karena Anda memiliki klub-klub besar, tradisi dan stadion selalu penuh,” sambung kiper asal Belanda itu.

“Dengan perubahan pelatih dan staf ini bisa menjadi sebuah perubahan yang besar untuk Manchester United. Namun, saya tidak merasa anda akan menemukan atmosfer lebih baik di klub lain,” tambahnya.

Andy Cole: Manchester United Berat

Skuad Manchester United.(foto:Reuters) 

MANCHESTER – Mantan pemain Manchester United, Andy Cole mengatakan bahwa pensiunnya Sir Alex ferguson dari posisi pelatih The Reds Devil membuat para rival United memiliki kesempatan untuk mengalahkan mereka. Sebab itu, musim depan United akan menghadapi tantangan yang lebih berat.

“Jika saat ini saya adalah pemain United saya akan menatap hal ini sebagai sebuah tantangan. Ini adalah sebuah tantangan,dengan kedatangan pelatih baru dan semua lawan yang akan melihat ini sebagai kesempatan untuk menghancurkan United,” ujar Cole kepada Manchester Evening News.

“Semua klub akan bersemangat menatap musim depan karena mereka semua berpikir bahwa memiliki kesempatan sekarang karena Fergie telah pensiun. Semua orang akan berpikir seperti itu.”

Sosok berusia 41 tahun ini juga menilai bahwa Chelsea dan Manchester City akan menjadi saingan terberat bagi skuad asuhan David Moyes itu pada musim depan nanti.

“Chelsea akan menghabiskan banyak uang (untuk belanja pemain). Jose Mourinho tampaknya akan kembali dan kita semua tahu apa yang akan dia bawa ke Stamford Bridge. Tampaknya Manuel Pellegrini akan ke City dan mereka juga akan menghabiskan uang dan mereka telah memiliki skuad yang baik.”

“Jika mereka menambah beberapa pemain maka mereka akan menjadi saingan terberat musim depan. Arsenal juga akan menghabiskan banyak uang saat ini, mereka juga akan di sana (bersaing untuk juara),” lanjut pemain yang meraih Treble Winner bersama Manchester United pada 1999 ini.

Meski begitu peluang United tetap terbuka untuk tampil sebaik saat masih ditukangi Sir Alex. Para pemain dan staf menurutnya akan berusaha untuk tampil solid. Itu sebabnya, para pemain harus antusias menghadapi musim baru.


Van der Sar: Moyes Bisa Sukses di United

Van der Sar. (Foto: Ist) 

MANCHESTER – Mundurnya Sir Alex Ferguson dari kursi pelatih Manchester United memang membuat banyak kalangan terkejut. Namun, hal itu memang sudah menjadi keputusan final dari pelatih yang membesut United selama 27 tahun itu.

Setelah Fergie - sapaan Ferguson mundur, nama David Moyes langsung mengisi sebagai pelatih kepala yang baru. Sepak terjang Moyes bersama Everton memang tidak terlalu mentereng, namun Fergie yang memilih langsung Moyes tetap menganggap bahwa Moyes adalah sosok yang tepat untuk mengganti dirinya.

Pergantian itu juga mampu membuat mantang penjaga gawang United Van der Sar memberikan komentarnya. Menurut Van der Sar, Moyes bisa menjalankan tugas dengan baik dan kesuksesan juga akan mampu diraih oleh pelatih asal Skotlandia itu.

“Dia (Ferguson) adalah pelatih besar yang berada dalam klub yang fantastis. Saya berharap yang terbaik dan semoga keberuntungan selalu bersama David Moyes untuk menghadapi pekerjaan baru bersama United,” ujar Van der Sar seperti dilansir Sportsmole, Minggu (26/5/2013).

Van der Sar sendiri membela The Red Devils selama enam tahun dari 2005 hingga 2011. Prestasi puncak adalah saat membawa United menjadi kampiun Liga Champions di 2008 silam saat mengalahkan Chelsea dalam drama adu penalti.

Ruudtje Yakin Moyes Dapat Hadapi Tekanan

David Moyes (Foto: Reuters) 

AMSTERDAM – David Moyes resmi menggantikan peran Sir Alex Ferguson di Manchester United. Moyes akan memulai petualangan baru bersama jawara Premier League musim ini per 1 Juli mendatang.

Sejumlah kalangan mulai memprediksi akan masa depan mantan pelatih Everton itu. Mereka meyakini bahwa tekanan dan beban dipastikan akan menghampiri Moyes mengingat Fergie meninggalkan warisan kemenangan.

Pun demikian halnya dengan mantan bomber Setan Merah, Ruud van Nistelrooy. Seperti diketahui bahwa dalam 27 musim menukangi United, pelatih legendaris asal Skotlandia itu berhasil mempersembahkan 38 gelar, hal inilah yang diyakini Van Nistelrooy sebagai beban Moyes di Old Trafford.

“Manchester United harus bersaing di semua kompetisi, dia (Moyes) pun paham itu dan saya pikir itu akan mengejutkan untuknya. Semua orang berharap gelar Premier League atau FA Cup atau trofi Liga Champions, sembari memainkan sepakbola cantik,” tutur Van Nistelrooy, seperti dilansir Inside Football, Senin (3/6/2013).

Meski demikian, pria yang juga sempat membela Real Madrid itu yakin bahwa Moyes dapat mengatasi segala beban juga tekanan di klub yang telah mengoleksi 20 gelar Premier League itu.

“Dalam aspek itu, tekanannya akan sangat besar. Namun, saya pikir dia tahu apa yang dihadapinya. Saya tidak mengenalnya secara pribadi tapi dia tampak seperti seseorang yang mampu mengendalikan tekanan itu,” tandas mantan pemain tim nasional Belanda itu.

Mantan Pemain Setan Merah Tutup Usia

Brian Greenhoff. (Foto: Eurosport) 

ROCHDALE - Pemain Manchester United era 70an, Brian Greenhoff meninggal dunia di rumahnya dalam usia 60 tahun. Pihak kepolisian setempat sendiri mengemukakan kalau kematian mantan pemain yang berposisi sebagai gelandang dan bek tengah tersebut tidaklah mencurigakan.

Greenhoff tampil sebanyak 271 pertandingan yang diikuti Setan Merah sejak 1970 hingga 1979, dan menyarangkan 17 gol. Salah satu momen yang diingat adalah saat United menumbangkan Liverpool 2-1 pada pertandingan final FA Cup. Usai menjalani sembilan tahun di United, Greenhoff kemudian hijrah ke Leeds United dengan nilai transfer 350 ribu pounds.

“Sekitar pukul 09.30 (waktu setempat), polisi mendapat telepon dari rumah yang beralamat di Norden, dan mendapat laporan adanya kematian mendadak,” ujar juru bicara Kepolisian Greater Manchester, sebagaimana dilaporkan ESPN, Kamis (23/5/2013).

“Para petugas yang datang (ke lokasi) menemukan bahwa pria, dipercaya berusia 60 tahun, meninggal secara mendadak. Tidak ada hal mencurigakan dari situasi yang ada, dan masalah (kematiannya) akan segera diserahkan ke petugas koroner,” sambung pernyataan tersebut.

Sementara bersama Timnas Inggris, Greenhoff memulai debutnya pada 8 Mei 1976, di mana saat itu The Three Lions menang 1-0 atas Wales pada laga yang berlangsung di Ninian Park, Cardiff. Pertandingan terakhirnya bersama Timnas Inggris terjadi pada 31 Mei 1980 di Australia, saat melakoni pertandingan persahabatan.

Welbeck Ingin Perbaiki Catatan Gol di United

Danny Welbeck. (Foto: Ist) 

MANCHESTER – Penyerang Manchester United Danny Welbeck mengaku torehan golnya bersama The Red Devils musim lalu masih jauh dari harapan. Menatap musim depan, Welbeck menginginkan pundi-pundi golnya akan bertambah.

Welbeck sendiri hanya menciptakan dua gol dalam satu musim ini. Sungguh, merupakan pencapaian yang kurang baik sebagai seorang penyerang. Pemain internasional Inggris itu memang jarang dimainkan setelah kedatangan Robin van Persie ke Old Trafford.

“Musim ini saya mendapat kesempatan bermain lebih banyak dan penampilan saya jauh lebih konsisten, tapi jumlah gol yang saya buat belum cukup sama sekali,” cetus Welbeck seperti dilansir Espn.co.uk, Kamis (23/5/2013).

Jumlah gol Welbeck memang berbanding jauh dengan apa yang dihasilkan oleh rekan setimnya, RvP. Mantan pemain internasional Belanda itu memang tampil ciamik dengan menjadi topskor di Premier League dengan torehan 25 gol.

“Saya merasa saya bisa menciptakan gol lebih banyak. Saya ingin berada di depan dan mencetak banyak gol. Jika saya bermain di sayap saya tetap ingin mencetak gol, tapi saya memilih berada di depan dan mencetak gol dalam posisi itu,” lanjut Welbeck.

Moyes Diharapkan Jadi Manchester United Tulen

Sir Bobby Charlton. (Foto: Reuters) 

MANCHESTER - David Moyes akhirnya ditetapkan sebagai pelatih yang akan menukangi Manchester United mulai musim depan. Legenda Setan Merah, Sir Bobby Charlton pun tak mau ketinggalan memberi pujian kepada pelatih yang kini menukangi Everton tersebut.

Setelah sempat muncul beberapa sosok yang digadang-gadang akan menjadi pengganti Fergie, seperti Jose Mourinho dan Jurgen Klopp, Moyes akhirnya terpilih. Sir Bobby, yang kini menjabat sebagai direktur klub, mengatakan kalau Moyes memang pelatih yang dibutuhkan, karena memiliki stabilitas.

“Saya selalu mengatakan kalau kami ingin pelatih (United) selanjutnya akan menjadi sosok Manchester United tulen. Pada diri David Moyes, kami melihat sosok yang mengerti hal-hal yang terjadi pada klub spesial seperti ini,” ujar Sir Bobby, seperti dilansir situs resmi klub, Kamis (9/5/2013).

“Kami telah mengamankan sosok yang berkomitmen jangkan panjang dan akan membangun tim untuk ke depannya, untuk sukses seperti sekarang. Stabilitas akan menghasilkan kesuksesan,” sambung pria berusia 75 tahunt tersebut.

Sir Bobby juga mengatakan kalau Moyes merupakan pelatih yang pandai membawa para pemain muda untuk mampu bersaing dengan para pemain bintang. Ia berharap, kemampuannya tersebut bias diterapkan di United.

“David memiliki kekuatan karakter dan tahu akan pentingnya para pemain muda, dan mengembangkan mereka di antara talenta-talenta kelas dunia. Di United, saya piker David akan mampu mengekspresikan dirinya. Saya senang dia telah menerimanya,” pungkas pemegang 106 caps bersama Timnas Inggris itu.

Fergie Puji Pengabdian Scholes di Man.United

Scholes (kiri) dan Fergie (kanan) yang memilih pensiun akhir musim ini. (foto:ist) 

MANCHESTER - Gelandang Manchester United, Paul Scholes akhirnya memilih untuk pensiun di akhir musim ini. Pelatih Sir Alex Ferguson pun memuji pengabdian Scholes bersama Setan Merah selama 20 tahun terakhir ini.

"Paul (Scholes) adalah pemain luar biasa. Dia selalu berkomitmen terhadap klub ini. Sebuah kehormatan berkerja sama dengan dia selama bertahun-tahun. Paul akan bermain di Old Trafford melawan Swansea Minggu nanti," puji Ferguson di situs resmi United.

Seperti diketahui, Scholes sempat mengumumkan untuk pensiun di akhir musim 2010-11 silam. Akan tetapi, pemain yang kini menginjak usai 38 tahun itu kembali merumput bersama Setan Merah pada 8  Januari 2012 pada laga kontra Manchester City di ajang FA Cup.

Kini, Scholes memilih menyusul pelatih Sir Alex Ferguson yang juga pensiun di akhir musim nanti. Pemain yang bergabung dengan United pada 1991 dan tembus ke tim senior pada 1993 ini telah meraih berbagai gelar bersama United.

Beberapa trofi yang pernah diraih oleh pemain berjuluk The Ginger Prince ini, antara lain 11 trofi Premier League, 3 trofi FA Cup, 2 trofi Liga Champions, dan 1 trofi Piala Dunia Antarklub

Setelah Fergie dan Scholes, Ferdinand Juga Akan Cabut?

Rio Ferdinand - Bek Manchester United (Foto: Reuters) 
MANCHESTER – Selain dipastikan akan ditinggal sang gaffer, Sir Alex Ferguson dan Paul Scholes di akhir musim, Manchester United juga kemungkinan bisa saja ditinggal salah satu palang pintu terbaik mereka, Rio Ferdinand.

Bek berusia 34 tahun itu bisa saja angkat kaki dari Old Trafford di akhir musim. Pasalnya, kontrak kerja Ferdinand akan berakhir pada 30 Juni mendatang dan belum ada tanda-tanda akan diperpanjang.

Namun, Rio berharap nantinya akan ada pembicaraan dengan pihak klub untuk memperpanjang durasinya untuk berseragam Setan Merah. Menurut seorang sumber terdekatnya, mengklaim bahwa nantinya akan ada kontrak baru yang akan diterima Ferdinand.

“Rio (Ferdinand) dan United selalu setuju (untuk memperpanjang kontrak). Akan ada pembicaraan di akhir musim,” ujar seorang sumber, dikutip The Sun, Senin (13/5/2013).

Masih dari sumber yang sama, dia menyebutkan, bila nanti terjadi kemungkinan terburuk (kontraknya tidak diperpanjang), maka Rio akan menjadi pemain terbaik yang memiliki status bebas transfer.

“Ada banyak klub yang menginginkannya. Dia akan menjadi yang terbaik bebas transfer di sepakbola Inggris bila perpanjangan kontrak tidak didapatkannya,” katanya.

Situasi Ferdinand itu dianggap sebagai sebuah kesempatan oleh klub-klub kaya. Kini Ferdinand sudah mendapat tawaran kontrak dari banyak tim Eropa.

Klub-klub besar yang menginginkan jasa Rio bila United tak lagi mempertahankannya adalah Galatasaray, AS Monaco dan Flamingo. Dikabarkan, klub-klub tersebut sudah mengirimkan tawaran untuknya. Namun nampaknya Ferdinand lebih memilih menunggu tawaran dari United lebih dulu.

Kamis, 16 Mei 2013

Fergie Bakal Kenang Memori Farewell di Old Trafford


Fergie Bakal Kenang Memori Farewell di Old Trafford

Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson mengaku takkan melupakan kado perpisahan yang diberikan fans Setan Merah, pada laga terakhirnya di Old Trafford, (12/5).
Kemenangan 2-1 atas Swansea City di Theatre of Dreams akhir pekan lalu seakan menjadi kenang-kenangan dari sang gaffer, yang memutuskan pensiun musim depan. Sepanjang laga, stadion bergemuruh dengan chants untuk Fergie.
Jelang penyematan trofi di akhir laga, pria skotlandia itu diberi kesempatan untuk berbicara kepada seisi Old Trafford. Sambil sesekali berkaca-kaca, manajer United selama 26 tahun itu memberikan pesan-pesan untuk masa depan klub.
Usai mengikuti parade trofi bersama skuad The Red Devils, Fergie mengungkapkan kebahagiaan atas seluruh pencapaiannya bersama klub. Namun hari perpisahan kemarin jelas menjadi hari yang berbeda baginya.
"Kemarin adalah sebuah hari yang takkan pernah saya lupakan. Itu akan selalu hidup dalam memori saya. Semua keluarga saya takkan melupakannya. Kenangan itu akan hidup dengan cucu-cucu saya, untuk bertahun-tahun lamanya," tutur Fergie.

United parade trofi dari Old Trafford


Manchester - Manchester United menggelar parade juara dengan menaiki bus dan berkeliling kota Manchester. Semua pemain Manchester United diboyong menggunakan bus dengan atap terbuka dan berangkat dari Old Trafford pada pukul 18.30 waktu setempat. Parade juara akan dilangsungkan selama satu setengah jam dan berakhir di Albert Square. Parade juara MU ini dihadiri oleh puluhan ribu pendukung setianya.

MU musim ini berhasil merengkuh trofi Liga Primer ke-20. Kepastian tersebut MU dapat usai mengalahkan Aston Villa tiga gol tanpa balas, Selasa (23/4/2013) dinihari WIB.

Pemberian trofi Liga Primer dilakukan di Stadion Old Trafford, Minggu (12/5/2013) malam WIB, usai pertandingan kontra Swansea City. Laga itu menandai partai terakhir pelatih Sir Alex Ferguson di Theatre of Dreams.

Sehari setelahnya, Senin (13/5/2013), MU menggelar parade dengan menaiki bus mengelilingi kota Manchester. Puluhan ribu pendukung setia MU tampak menghadiri parade dengan membawa spanduk dan terus mendendangkan lagu kebangsaan MU, Glory glory Man United.

Bus yang pemain MU naiki berwarna merah terang, senada dengan seragam kebanggaan mereka. Di sisi bus, tertulis besar 'Champions 2013'. Terdapat pula gambar wajah Sir Alex Ferguson di sisi bus.

Dalam parade tersebut, tampak pula bomber Wayne Rooney. Sebelumnya, pemain berkebangsaan Inggris itu menolak berpartisipasi dalam parade usai mendapatkan cercaan dari fans di Old Trafford. Itu merupakan buntut kekesalan fans usai Roo meminta namanya dimasukkan dalam daftar jual klub.

"Kemarin adalah hari yang takkan pernah saya lupakan. Seluruh keluarga saya takkan melupakannya. Atas nama seluruh pemain, saya mengucapkan terima kasih mendalam atas dukungan kalian semua," seru Fergie dilansir The Sun.

Sementara itu, bomber Robin Van Persie mengaku sangat bahagia karena bisa merasakan merengkuh gelar Liga Primer untuk kali pertama sepanjang kariernya. Pemain asal Belanda itu menambahkan bahwa sudah lama menunggu momen ini.

"Ini sangat luar biasa. Hal ini sangat layak untuk ditunggu. Saya sudah lama sekali membayangkan saat-saat seperti ini," tutur RvP.





Selasa, 14 Mei 2013

5 Pemain MU Yang Terancam Disingkirkan Moyes

1. Wayne Rooney

Wayne Rooney
     Ketika David Moyes diumumkan menjadi pengganti Fergie, perhatian langsung tertuju kepada Wayne Rooney. Hal ini karena hubungan Rooney dipercaya tak lagi harmonis dengan Moyes seperti yang diungkapkan di buku otobiografi Rooney.

     Baik Rooney maupun Moyes mengaku sudah menyelesaikan kesalahpahaman mereka, tetapi dengan Moyes berkuasa dipastikan menjadi perhatian tersendiri bagi Rooney. Beberapa media di Inggris menuliskan jika Rooney sudah mulai mencari klub baru dengan Chelsea atau Bayern Munich menjadi tujuan berikutnya.


2.  Luis Nani


Luis Nani
     Kepergian Fergie, tak lantas menghentikan rumor tentang masa depan Nani. Winger asal Portugal ini santer dikabarkan akan dijual musim panas nanti setelah tampil tak stabil musim ini.

     Sementara Moyes sudah pasti mempunyai rencana sendiri yang kecil kemungkinan akan melibatkan Nani. United butuh dana untuk bisa membangun skuad yang diingkan Moyes, dan dana bisa didapat dengan cara melepas Nani di bursa transfer musim panas mendatang.
 


3. Paul Scholes 

Paul Scholes
    David Moyes dikenal senang men
gorbitkan pemain muda. Dengan alasan yang sama, Moyes sepertinya tidak akan menghalangi niatan Paul Scholes pensiun untuk yang kedua kalinya.

     Meski comeback Scholes pada Januari 2012 lalu terbukti bisa mengangkat performa tim. Tetapi Moyes tentu memiliki rencana sendiri dengan skuad pilihannya, dan hal ini yang bakal melenggangkan jalan Scholes untuk gantung sepatu.


4. Rio Ferdinand

Rio Ferdinand  

        Kontrak bek berusia 34 tahun ini akan habis pada di akhir musim ini. Man United berencana menyodorkan perpanjangan kontrak setahun kepada Ferdinand. Tetapi kedatangan Moyes diprediksi membuat tempat Ferdinand di skuad inti menjadi terancam. Moyes yang gemar memainkan pemain muda bakal memilih membentuk pemain seperti Phil Jones dan Chris Smalling untuk menjadi pilar klub di lini belakang.

5. Patrice Evra

Patrice Evra 

     Bukan rahasia lagi jika Manchester United tertarik untuk mendatangkan Leighton Baines dari Everton. Kini dengan David Moyes memegang kendali, jalan Baines menuju Old Trafford menjadi lebih lapang. Salah satu yang menghalangi jalan Baines adalah sosok Evra yang tak tergantikan di sisi kiri pertahanan Setan Merah. Dengan usia yang tak lagi muda, Evra bisa saja disingkirkan untuk memberi jalan kepada Baines.

United Akan Kirim Tawaran Bagi Cesc Fabregas

 


United Akan Kirim Tawaran Bagi Fabregas

Media berbasis di Inggris, London Evening Standard mengapungkan kabar bakal ditawarnya Cesc Fabregas oleh MU di musim panas ini.

Pemain tengah Barcelona itu akan coba dipulangkan ke Premier League setelah dua musim di Nou Camp, kabarnya tawaran awal di angka 20 juta poundsterling.

Cesc sendiri kabarnya akan cukup senang jika harus balik ke Inggris, dirinya disiapkan menjadi pengganti Paul Scholes yang pensiun serta Anderson yang hampir pasti dijual.

Sayangnya Barca disebut punya ikatan klausul saat dulu membeli si gelandang dari Arsenal. The Gunners punya opsi tawar pertama andai Cesc bersiap pergi dari Barca, tinggal apakah opsi itu nantinya akan digunakan atau dilewatkan oleh kubu Wenger.

Jika Fabregas akan benar-benar dibeli David Moyes untuk Manchester United, maka si playmaker akan bereuni dengan Robin van Persie yang pernah satu klub denganya di Emirates Stadium.

Minggu, 12 Mei 2013

Sebelas Terbaik dan Terburuk dari Sir Alex Ferguson

Selama 26 tahun karirnya di United, Ferguson telah berurusan dengan banyak pemain. Kepada Anda, kami hadirkan pilihan kami atas sebelas pemain terbaik dan sebelas pemain terburuk United di era Ferguson.
Perjalanan seseorang tak selamanya mulus, begitu juga dengan Sir Alexander Chapman Ferguson yang tak selalu menuai sukses selama 26 tahun berkarir di Manchester United. Dalam memilih pemain pun, Ferguson tak selamanya benar. Kadang kala ia mendatangkan pemain yang biasa saja, di lain waktu ia membentuk seorang legenda. Namun tak jarang pula ia mendatangkan pemain yang tidak tepat.
Inilah pilihan kami akan sebelas pemain terbaik dan terburuk yang pernah bermain di Manchester United selama Ferguson bertakhta.
Ferguson’s Best XI (4-4-2)

 Adu argumen tampaknya tak perlu kita lakukan di posisi ini. Siapapun pasti setuju bahwa Peter Schmeichel pantas dinobatkan sebagai penjaga gawang terbaik sepanjang masa yang pernah dimiliki oleh United. Ia bahkan pantas masuk ke dalam tim terbaik dunia sepanjang masa.
Sepanjang delapan tahun karirnya di United, raksasa Denmark ini berhasil melakukan banyak penyelamatan gemilang yang membantu pasukan Ferguson merengkuh lima gelar juara Premier League, tiga Piala FA, satu Piala Liga, empat Charity Shield, satu Champions League, dan satu UEFA Super Cup termasuk menjadi bagian penting dari treble bersejarah tahun 1999.

Pemain yang selama membela United berhasil mempersembahkan 20 gelar juara kepada satu-satunya klub yang pernah ia bela ini merengkuh tujuh dari 20 gelarnya sebagai kapten United.
Sepanjang 19 tahun karirnya di United, Neville adalah contoh kerja keras, dedikasi, dan konsistensi. Bersama United pula ia berkembang menjadi salah satu bek kanan terbaik yang pernah dimiliki oleh Inggris.

Eks pemain Tim Nasional Serbia ini adalah salah satu alasan dari keberhasilan kedua Ferguson di ajang Liga Champions. Didatangkan dari Spartak Moscow pada 2006, Vidic segera menjadi sosok tak tergantikan di jantung pertahanan United. Atas ketangguhannya itu pula ban kapten sempat tersemat di lengannya walaupun ia bermain berpasangan dengan Rio Ferdinand yang telah lebih dahulu bermain bagi United.
Hingga kini, hampir semua gelar terbaik di Inggris, Eropa, dan tingkat dunia telah berhasil ia persembahkan dalam bentuk lima gelar juara Premier League, empat Community Shield, tiga League Cup, satu Liga Champions, dan satu trofi Piala Dunia Antarklub.

Ketangguhannya tak hanya diakui di United selaku tempat dimana ia rutin bermain selama tiga tahun sejak didatangkan dari PSV Eindhoven pada 1998. Dua tahun berturut-turut terpilih sebagai UEFA Defender of the Year adalah bukti nyata kehebatannya yang juga menjadi salah satu faktor kunci dari keberhasilan United dalam mencapai prestasi treble yang termahsyur itu.
Walaupun hanya bertahan selama tiga tahun di Manchester, ia tak pernah absen mempersembahkan trofi kepada United. Enam gelar juara ia persembahkan kepada Red Devils dan empat diantaranya ia raih pada tahun 1999.

Banyak pihak yang mungkin akan meragukan kehadiran Irwin di daftar ini karena ia memang dikenal sebagai pemain yang underrated. Namun kemampuannya dalam menyerang adalah tambahan yang sangat baik terhadap tugas utamanya sebagai pemain bertahan.
Walaupun berposisi sebagai bek kiri, pemain yang berkarir selama 12 tahun di United ini memiliki kaki kanan yang tak kalah baiknya. Dengan kemapuannya mengeksekusi bola mati, Irwin kerap kali mencetak gol penting bagi United.

Sulit sebenarnya menentukan siapa yang lebih pantas menduduki posisi ini. Apalagi David Beckham memiliki kesepahaman yang sangat baik dengan Gary Neville yang tak bisa tak masuk ke daftar ini. Namun transformasi yang ditunjukkan oleh Ronaldo membuatnya pantas mendapatkan satu tempat di sini.
Datang sebagai pemuda yang tak mengerti sepakbola sebagai permainan tim, Ronaldo mau belajar sehingga berunahh dari seorang pemain individualis menjadi sosok penting dalam skema permainan yang dimiliki oleh Ferguson. Selain tentu saja kemampuan individunya yang berkembang pesat, Ronaldo berkemang dari sosok pemberi umpan ke pencetak gol. Tak puas dengan open play, Ronaldo menjadi tumpuan di bola-bola mati. Sepanjang 2003 hingga 2009, ia berubah menjadi sosok yang nyaris sempurna.

Bayangkan United tanpa Roy Keane. Sekarang mungkin Anda bisa dengan mudah melakukan hal tersebut, namun pada masa jayanya, kehilangan Keane adalah mimpi buruk bagi United. Semangat juangnya yang tinggi seringkali menjadi alasan kemenangan dan kebangkitan United.
Ia juga merupakan sosok pejuang sejati yang tak ragu berduel dan bertarung dengan pemain lawan demi membela rekan-rekan dan timnya. Tak perlulah kita semua mempertanyakan pengorbanan yang ia lakukan demi United.

Selain melengkapi kehadiran Keane yang tak akan berarti apa-apa tanpanya, Scholes memang salah satu yang terbaik yang pernah United miliki sepanjang masa. Kemampuan passing dan shootingnya yang sangat baik menjadikannya gelandang yang serbabisa. Menjadi dirigen permainan, menjadi pemecah kebuntuan dari lini kedua, menjadi pemutus serangan lawan, semua mampu dilakukan dengan baik oleh the Ginger Ninja.
Steven Gerrard dan Zinedine Zidane bahkan nyata-nyata mengakui bahwa Scholes adalah salah satu lawan terbaik yang pernah mereka hadapi. Keputusan pensiunnya yang pertama membuat banyak pihak tak rela melepas kepergiannya dan kedatangannya kembali ke Old Trafford disambut dengan sukacita.

Carilah satu nama yang rutin bermain di setiap musim Premier League sejak pertama kali digulirkan hingga sekarang dan tak pernah absen mencetak gol, maka Anda pasti tak bisa menemukan sosok lain selain Ryan Joseph Giggs. Gol memang tak serta merta bisa menjadi acuan, namun hal itu adalah bukti nyata dari konsistensi permainan yang ia tunjukkan.
Kendati sudah berusia 39 tahun, Giggs tak menunjukkan tanda-tanda bahwa ia mengalami penurunan kualitas dan kehilangan loyalitas terhadap United.

Didatangkan dari PSV Eindhoven dengan riwayat cedera yang normalnya akan membuat banyak klub berpikir dua kali untuk membelinya, van Nistelrooy terbukti menjadi perjudian yang berhasil. Di United, ia mungkin tak mampu melakukan banyak hal seperti Ronaldo dan Scholes namun ia memiliki apa yang United butuhkan dan ia melakukan keahliannya dengan sangat baik.
Seorang penyerang ulung yang mampu mengkonversi peluang dengan baik, Ruudtje mempersembahkan 95 gol dan empat gelar bagi United sebelum akhirnya berlabuh di Real Madrid.

Raja Old Trafford, janggal rasanya jika King Eric tak masuk ke dalam daftar ini. Walaupun sering bertingkah aneh dan memiliki tempramen yang buruk, Cantona adalah salah satu pemain terhebat yang pernah bermain bagi United. Apa yang ia lakukan selama lima tahun karirnya di United adalah bukti nyata kehebatan yang datang dari kejeniusan yang ia miliki.
Saat Ferguson memutuskan untuk mendatangkannya pada 1992, United sedang menjalani puasa gelar juara liga yang telah berlangsung selama 25 tahun. Tak hanya membantu United mengakhiri rangkaian tahun-tahun buruk yang mereka jalani di musim pertamanya di Manchester, Cantona menambah tiga gelar juara liga lagi dalam lima tahun karirnya bersama United. Itu belum termasuk dua gelar juara Piala FA san tiga Charity Shield.
Ferguson’s Worst XI (3-4-3)

Orang mungkin akan maklum dengan minimnya kesempatan bermain yang didapatkan oleh Taibi karena ia memang berada di United saat Peter Schmeichel sedang berada dalam masa kejayaannya. Namun dari empat kesempatan yang diberikan oleh Ferguson sepanjang karirnya di United, Taibi tak sekalipun bermain baik dan selalu melakukan kesalahan mendasar.

Berhasil mencatatkan penampilan perdana di tim utama United kala bertanding melawan Quuens Park Rangers karena United mengalami krisis defender, Prunier yang kala itu masih menjalani trial kembali dipercaya bermain di pertandingan melawan Tottenham Hotspur. Disinilah Fergie mulai yakin bahwa ia tak menginginkan Prunier karena pemain plontos itu dinilai menjadi alasan utama kekalahan besar United di tangan Spurs.

Pemain asal Irlandia Utara ini menjadi sosok yang menjanjikan dengan apa yang ia tunjukkan di tim muda United. Ketika mendapatkan kesempatan bermain di pertandingan yang relatif mudah melawan York City di Piala Liga, McGibbon menghancurkan peluangnya sendiri dengan bermain buruk. Ia kemudian menghabiskan dua musim di luar United sebagai pemain pinjaman sebelum resmi dilepas oleh pihak klub.

Kepergian Jaap Stam membuat United membutuhkan defender yang sama tangguhnya dengan segera. Nama Blanc yang terkenal sebagai juara Piala Eropa 2000 dan Piala Dunia 1998 serta pemain terbaik keempat Perancis sepanjang masa tampak lebih dari cukup untuk menambal lubang yang ditinggalkan oleh pemain Belanda tersebut. Nyatanya, di musim pertama Blanc berkostum United, klub itu mengakhiri musim dengan posisi terburuk di Premier League sepanjang sejarah mereka; ketiga. Tak hanya itu, United juga mengakhiri musim tanpa satupun gelar juara, pertama kali dalam empat tahun.

Putra dari pemain legendaris Belanda ini bukanlah pemain yang buruk, terbukti dengan keberhasilannya merangsek naik ke tim utama Barcelona saat sang ayah menjadi manager di sana. Bagaimanapun, karirnya di United tak semulus harapan. Walaupun ia ikut merasakan gelar juara, Jordi hanya bermain sebanyak 55 kali selama empat musim di United.

Sulit memang memenuhi ekspektasi publik ketika Anda diminta untuk menjadi penerus dan pelapis sepadan dari Roy Keane. Keputusan untuk melepasnya ke Aston Villa diharapkan United mampu menjadi win-win solution agar sang pemain kembali mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Nyatanya, ia tetap gagal bersama the Villans.

Salah satu aktor utama dalam keberhasilan Tim Nasional Brasil menjadi juara dunia di Piala Dunia Korea-Jepang, Kleberson didatangkan ke United oleh Fergie sebagai pengganti dari Juan Sebastian Veron yang karirnya di United dinilai tak terlalu baik. Nyatanya, Kleberson bermain sama kacaunya dan akhirnya dilepas ke Besiktas.

Tak perlu berkecil hati jika Anda mengaku sebagai fans sejati United dan tak pernah mendengar nama Ralph Milne karena ia memang tak pernah benar-benar bermain di tim utama United di sebuah pertandingan resmi. Walaupun pihak klub hanya mengeluarkan dana sebesar 170 ribu poundsterling untuk mendatangkannya, Ferguson yang tak pernah memberinya kesempatan bermain saja tak mampu menahan diri untuk menyebut Milne sebagai pembelian terburuk yang pernah ia lakukan.

Jalan hukum harus ditempuh untuk menjadikan David Bellion secara resmi berstatus pemain United. Didatangkan kala masih berstatus sebagai pemain Sunderland, kasus Bellion dibawa ke meja hijau dan United terbukti bersalah sehingga harus membayar sejumlah uang kepada pihak Sunderland. Belum lagi tercorengnya nama baik mereka di mata hukum dan masyarakat awam. Pada akhirnya, pengorbanan United menjadi terlihat sia-sia karena Bellion hanya mampu menyarangkan empat gol selama berkarir di United.

Ya, Diego Forlan memang salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki oleh Uruguay, Villareal, dan Atletico Madrid. Tak perlu juga kemampuan mencetak golnya dipertanyakan, terlebih prestasinya di atas lapangan. Namun kita semua tak dapat menutup mata bahwa dirinya memang tak sukses di United. Forlan membutuhkan delapan bulan untuk pada akhirnya mencetak gol pertamanya bagi United. Secara keseluruhan, ia hanya mampu menyarangkan 17 gol selama tiga tahun di Old Trafford.

Sempat menjadi pemberitaan dunia karena berstatus sebagai pemain China pertama yang mampu bermain bagi United, kombinasi nasib buruk dan inkompetensi menjadikannya mengalami masa-masa sulit di United. Dengan sulitnya pengurusan izin kerja di Inggris, Dong Fangzhuo membutuhkan waktu dua tahun untuk secara resmi terdaftar sebagai pemain United dan ia membutuhkan waktu tiga tahun untuk melakoni debutnya dan itupun ia raih di pertandingan liga yang sudah tak penting bagi United karena mereka telah memastikan gelar juara. Dinilai tak cukup berguna bagi klub, kontraknya diputus secara baik-baik sebagai win-win solution bagi dirinya dan pihak klub, serta agar nomor punggung yang ia kenakan dapat diberikan kepada Rafael da Silva.

Manchester United’s Road to the 20!

Yuk flashback momen-momen kunci dalam perjalanan The Red Devils untuk mengukuhkan posisi sebagai tim terbaik di dataran Inggris. 

Meski sudah memastikan diri sebagai juara Liga Primer Inggris (EPL) musim 2012/2013 ketika mengalahkan Aston Villa di akhir bulan April, Manchester United baru akan dianugerahi gelar juara mereka pada pertandingan kontra Swansea City, Minggu (12/5).


Perayaan ini seharusnya akan diwarnai rasa haru publik Old Trafford karena sang pendiri dinasti The Red Devils selama 26 tahun terakhir, Sir Alex Ferguson, akan turun dari kerajaannya. Daripada terlarut dalam kesedihan, lebih baik kita melihat bagaimana kiprah terakhir Ferguson’s Red Army dalam memastikan titel juara musim ini.


Manchester United 3 – 2 Fulham (25 Agustus 2012)

Untuk pertama kalinya di musim 2012/2013, United berhasil meraup tiga poin. Usai takluk 1-0 dari Everton di laga perdana EPL musim ini, The Red Devils bangkit dengan mengalahkan Fulham. Hasil akhir di matchday ke-2 ini menaikkan posisi United dari peringkat 16 ke pos nomor 7.

Momen terpenting dalam duel ini adalah gol debut dua pujaan anyar Old Trafford: Robin van Persie dan Shinji Kagawa. Van Persie membalas torehan kilat Damien Duff di menit ke-10 sebelum Kagawa membalikkan keadaan menjadi 2-1 pada menit ke-35. Jangan lupa, sambaran kaki Hugo Rodallega yang membuat paha Wayne Rooney robek hingga absen selama sebulan ke depan juga terjadi di sini.

 
Southampton 2 – 3 Manchester United (2 September 2012)

Seminggu berselang, duel perdana yang mengawali proses julukan United sebagai raja comeback berlangsung. Semua mata terpaksa menengok ke arah punggawa bernomor 20, yang kebetulan juga mantan kapten The Gunners, Robin van Persie.

Sempat tertinggal dua kali akibat gol Rickie Lambert dan Morgan Schneiderlin, van Persie berhasil mematrikan diri sebagai sosok pahlawan baru United lewat torehan hat-trick – empat gol jika tidak gagal menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti – dan membawa pulang tiga poin ke Old Trafford. Perayaan pertandingan liga ke-1000 Sir Alex Ferguson bersama United pun jadi kian manis.



Chelsea 2 – 3 Manchester United (28 Oktober 2012)

Kontroversial. Penting. Dua kata tersebut bisa jadi mewakili kemenangan United di Stamford Bridge atas sang pemuncak klasemen sementara, Chelsea. Secara mengejutkan, tim tamu unggul cepat berkat gol bunuh diri David Luiz dan penyelesaian akhir Robin van Persie.

Di babak kedua, laga semakin sengit. The Blues berhasil membalas dua gol tersebut. Terima kasih kepada Juan Mata dan Ramires. Namun, semuanya jadi sia-sia ketika Branislav Ivanovic dan Fernando Torres mendapat kartu merah yang berjarak lima menit saja. Sang super-sub, Javier Hernandez, tak menyiakan “usaha” Mark Clattenburg dengan mengamankan tiga poin di menit ke-75.

Manchester United 2 – 1 Arsenal (3 November 2012)

Robin van Persie hanya butuh tiga menit untuk kembali merobek luka yang tengah melalui proses penyembuhan di hati para suporter Arsenal dengan sebuah gol. Van Persie pun mencatatkan rekor menarik yakni berhasil mencetak gol ke gawang seluruh peserta EPL musim ini.

Meski Wayne Rooney gagal mengeksekusi penalti, Patrice Evra menutupi kegagalan tersebut lewat sundulannya di menit ke-67. Keadaan tak membaik bagi The Gunners saat Jack Wilshere diusir wasit ketika laga tersisa 20 menit lagi. Beruntung, Santi Cazorla bisa memperkecil ketertinggalan di menit-menit akhir. Kemenangan ini membawa United berada di puncak klasemen untuk pertama kalinya.



Manchester City 2 – 3 Manchester United (9 Desember 2012)

Sebelum Manchester Derby ini berlangsung, United berada dalam posisi unggul tiga poin di puncak klasemen dari sang rival, City. Untuk menipiskan atau menghabiskan jarak, tim asuhan Roberto Mancini wajib menang. Tetapi, kenyataan tak selalu berjalan sesuai harapan. Wayne Rooney malah membawa United unggul dua gol dalam waktu 30 menit.

Tetapi, City berhasil mengejar di babak kedua berkat upaya Yaya Toure dan Pablo Zabaleta, masing-masing pada menit ke-60 dan ke-86. Drama lantas tersaji di menit ke-90. Kehadiran Robin van Persie, pemain yang gagal diboyong Mancini pada bursa transfer awal musim, terbukti vital. Eksekusi tendangan bebasnya membuat tim tamu pulang dengan tiga poin.



Manchester United 4 – 3 Newcastle United (26 Desember 2012)

Thriller tujuh gol tersaji. Rapuhnya pertahanan kedua tim menjadi alasan mengapa laga ini menjadi begitu berkualitas untuk disaksikan. United sempat tertinggal tiga kali dari tim tamu, Newcastle United, dalam pertandingan ini.  James Perch mengawali laga dengan gol cepat pada menit ke-4 sebelum Jonny Evans membalas 21 menit kemudian.

Namun Evans malah menceploskan gol bunuh diri tiga menit berlalu. Ketika Patrice Evra menyamakan kedudukan di menit 58, Papiss Cisse justru beraksi 10 menit kemudian. Robin van Persie kembali membuat skor sama kuat sebelum akhirnya Javier Hernandez keluar sebagai pahlawan. The Red Devils pun menjauhi City dengan keunggulan tujuh poin.



Fulham 0 – 1 Manchester United (2 Februari 2013)

Butuh waktu nyaris 80 menit bagi United untuk memastikan kemenangan di laga kontra Fulham. Tendangan Wayne Rooney dengan memanfaatkan umpan panjang Jonny Evans pada menit ke-79 memastikan gol ke-10-nya musim ini dan menjadi musim kesembilan di mana mantan pemain Everton ini berhasil mengoleksi dua digit gol secara beruntun.

Tak hanya itu, punggawa tim nasional Inggris tersebut pun membuat jarak 10 poin membentang dengan City. Untungnya The Citizens, yang bermain melawan Liverpool keesokan harinya, tertahan dengan skor 2-2 sehingga hanya bisa menipiskan selisih menjadi 9 poin.

Manchester United 2 – 0 Everton (10 Februari 2013)

United tak menyiakan keberhasilan Southampton menjegal City dengan skor 3-1 sehari sebelum duel kontra Everton. The Red Devils berhasil semakin menjauh dari The Citizens berkat kemenangan 2-0 atas The Toffees.

Meski harus melawan Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions pada tiga hari berikutnya, United masih berani menurunkan skuat inti dan menuai keberhasilan. Dua gol Ryan Giggs dan Robin van Persie di babak pertama membawa Setan Merah unggul 12 poin dari Si Tetangga Berisik.



Manchester United 1 – 0 Reading (16 Maret 2013)

Memang benar United sempat unggul 15 poin sebelum pertandingan ini. Tetapi, hal tersebut terjadi karena City punya tabungan satu laga lebih banyak. Dalam partai kontra Reading inilah Ferguson’s Red Army resmi unggul dengan jumlah poin yang senilai dengan lima kemenangan.

Walau tampil kurang meyakinkan, gol semata wayang Wayne Rooney pada menit ke-21 berhasil memaksimalkan perjuangan mantan klubnya, Everton, yang mengalahkan City dengan skor 2-0. The Red Devils pun benar-benar melangkah lebih jauh dari The Citizens.

Manchester United 3 – 0 Aston Villa (22 April 2013)

Juara! United juara! Hat-trick Robin van Persie juara! The Red Devils hanya butuh babak pertama untuk menyegel gelar Liga Inggris ke-20 sekaligus trofi EPL ke-13 lewat tiga gol sang top skorer klub musim ini.

Empat laga tersisa tak akan cukup bagi City untuk mengejar perolehan poin milik tim binaan Sir Alex Ferguson. Kesalahan The Citizens yang tidak konsisten sejak awal musim menjadi sebab dari kegagalan mereka mempertahankan gelar juara dan kekalahan 3-1 melawan Tottenham Hotspur satu hari sebelum United bertanding menjadi puncaknya.

Ferguson-Moyes, Serupa tapi Tak Sama

Sejumlah data dan fakta menunjukkan bahwa Alexander Chapman Ferguson serta David William Moyes punya beberapa kesamaan. 
Para pencinta sepakbola tentunya sudah tahu siapa pengganti Sir Alex Ferguson dari jabatannya di kursi manajerial Manchester United. Ya, David Moyes. Pelatih Everton tersebut akan terikat kontrak selama 6 tahun ke depan dan akan mulai bekerja per tanggal 1 Juli 2013, sesuai akhir masa jabatannya di Goodison Park.

Tetapi, tahukah Anda, bahwa dua orang pria Skotlandia ini punya sejumlah kesamaan dalam berbagai hal? Silakan baca sajian kami yang satu ini.

1. Ayah Ferguson, Alexander Sr., bekerja sebagai seorang pembuat kapal, sementara ayah Moyes, David Moyes Sr., berprofesi sebagai juru gambar. Uniknya, kedua orang tersebut bekerja untuk perusahaan yang sama di Govan, Skotlandia.

2. Ferguson bermain dalam sebuah tim junior bernama Drumchapel Amateur di Glasgow, Skotlandia, ketika masih kanak-kanak. Moyes Sr. merupakan pelatih di sana sementara ibu Moyes, Joan Moyes, bekerja selaku pencuci peralatan tim. Moyes sendiri mengawali karir sebagai pemain di tempat yang sama.
3. Ferguson dan Moyes sama-sama pernah memperkuat Dunfermline Athletic ketika masih aktif bermain. Mereka berdua juga sempat mengabdi bagi dua tim raksasa Skotlandia yang merupakan musuh bebuyutan, Rangers (Ferguson) dan Celtic (Moyes).

4. Ketika Ferguson pertama kali bekerja di Old Trafford pada tahun 1986, United terjebak di peringkat ke-21 dari 22 tim di First Division (Premier League). Pria penggemar permen karet ini pada akhirnya mampu mengangkat The Red Devils ke peringkat 11. Moyes melakukan hal yang sama. Dua kali.

5. Tahun 1998, saat Moyes (35 tahun) berstatus player-manager di Preston North End, klub tersebut terancam turun kasta ke Third Division (League Two). Namun, dalam waktu dua tahun, Moyes membawa mereka memenangi Second Division (League One). Di Everton, Moyes punya tugas yang sama usai menggantikan Walter Smith: lolos dari dekapan relegasi. Dan pria ini berhasil melakukannya lagi.

6. Pada awal tahun 1999, Moyes yang masih berstatus sebagai manajer PNE menolak tawaran Ferguson untuk mengisi posisi asisten manajer di The Red Devils. Steve McClaren, yang kelak memimpin tim nasional Inggris di masa mendatang, akhirnya terpilih sebagai pengganti Brian Kidd di Old Trafford
7. Prestasi individual Moyes tidak terlalu jauh tertinggal di belakang Ferguson. Ia memenangi League Managers Association’s Manager of the Year tiga kali (2003, 2005, 2009), sama seperti Ferguson (1999, 2008, 2011). Moyes juga mengoleksi 10 penghargaan Manager of the Month, tertinggal 5 trofi dari Ferguson. Bedanya, raihan Moyes masih bisa bertambah.

8. Keputusan Ferguson untuk mengakhiri masa kepemimpinannya selaku manajer membuat Moyes berstatus sebagai manajer yang paling lama mengabdi di seluruh tingkatan Liga Inggris, tepat berada di belakang Arsene Wenger (Arsenal).

9. Pencapaian terbaik Moyes di Premier League adalah memecah dominasi the big four – United, Arsenal, Liverpool dan Chelsea. Pada tahun 2005, Moyes membawa Everton ke peringkat empat, tepat di atas rival abadi, The Reds. Sayang, The Toffees tak mampu banyak bicara di Liga Champions dan tersingkir di tahap kualifikasi saat melawan Villareal.

10. Moyes adalah orang yang mencuatkan nama Wayne Rooney di Everton. Rooney melakoni debut kala masih berusia 16 tahun. Namun, di tahun 2008, Moyes menggugat sang striker serta penerbit HarperCollins dengan alasan pencemaran nama baik di dalam buku otobiografi Rooney. Hubungan mereka sudah membaik, tetapi Moyes kini punya tugas besar: menjual atau mempertahankan Rooney.

Malam Terakhir Sir Alex di Old Trafford #ThankYouSirAlex #WelcomeMoyes

Old Trafford, Minggu, 12 Mei 2013. Ini adalah malam yang benar-benar emosional untuk Sir Alex Ferguson, untuk ofisial, pemain dan penggemar Machester United. Malam yang akan dikenang sebagai malam yang haru-biru untuk semua praktisi sepak bola.
United sudah juara. Malam ini, trofi ke-13 Ferguson, trofi ke-13 Premier League buat United, trofi ke-20 skuad Setan Merah itu, diserahkan di Old Trafford usai United vs Swansea—partai yang tidak memberi pengaruh apa-apa untuk trofi terakhir Fergie.

Tapi, partai ini akan menjadi sangat emosional. Ini adalah aksi dan kontribusi terakhir Fergie di Old Trafford, partai yang ke-1499 Fergie dari total 1500 partai yang akan dilakoni dalam hampir 27 tahun karir manajerialnya bersama United.

 
 Tidak ada perpisahan resmi yang diset-up oleh keluarga Malcom Glazer, meski dia akan hadir malam nanti.Tapi antusiasme dan respons pecinta United, pecinta sepakbola dan pengagum Fergie sungguh luar biasa.

Kita bisa membayangkan seperti apa moment mengharukan yang akan muncul malaam ini di Old Trafford: menyaksikan seorang Fergie beraksi — duduk-berdiri-berjalan dengan tangan di kantong dan dengan bahasa tubuhnya yang khas.

Kita bisa membayangkan seperti apa kerinduan yang akan menari-nari ketika kita melihat Fergie, sambil mengunyah permen karetnya, berjalan menghampiri fourth-official, melancarkan protes dengan muka merahnya itu.

Itu semua, antara lain, akan menjadi tontonan terakhir di Old Trafford. Dan setelah itu, setelah trofi diserahkan, setelah Fergie – yang dipastikan akan terbata-bata— menyampaikan pidato perpisahan di Old Trafford, Fergie tidak ada lagi di bench United di Old Trafford.

Ya, Fergie, yang 19 Mei nanti memerankan tugas terakhirnya di markas West Brown, pensiun. Si Opa mundur di puncak masa jayanya dengan sederet trofi, dengan sejumlah rekor, dengan setumpuk catatan yang penuh warna.

Senin besok, Fergie bersama skuad dan semua jajaran yang begitu lama bahu membahu, akan keliling kota Manchester. Bayangkan juga seperti apa haru-birunya orang-orang di Manchester menyaksikan parade juara sekaligus parade perpisahan ini.

Saya lumayan lama menggeluti sepakbola dengan segala riuh-rendahnya. Dalam banyak level, di manca Negara. Tapi sepekan terakhir saya benar-benar merasakan tidak ada cerita sepakbola yang jauh lebih epic selain keputusan pensiun Fergie.


Dan keputusan itu, suka atau tidak, adalah sesuatu yang menghadirkan banyak hal juga. Next-season sangat mungkin Premier League kehilangan gairah persaingan ketika aksi, kontribusi dan komentar-komentar pedas Fergie tidak ada lagi.

Fergie mundur, pergi dengan meninggalkan beban untuk Moyes. Dan, next season kita juga menanti seperti apa Moyes melakoni hari-harinya yang under-pressure bersama United dan harus keluar dari bayang-bayang Fergie.

Kamis, 09 Mei 2013

#ThankYouSirAlex

Alex Ferguson

Tak kurang dari 37 penghargaan diraih Alex Ferguson selama 26 tahun mengasuh Man United.
Pendukung dan penonton di Stadion Old Trafford tidak akan melewatkan nama yang diabadikan di tribun utara sejak November 2011.
Tulisan Sir Alex Ferguson dengan warna merah terpampang gagah di tribun tersebut.
Dan dengan nama tersebut pengganti Ferguson seakan diingatkan prestasi fenomenal yang ditorehkan anak pembuat kapal dari Glasgow tersebut.
Ferguson menginjakkan kaki di Old Trafford pada 6 November 1986.
Ketika itu Manchester United adalah tim pinggiran.
Di Divisi Satu (yang sekarang setara dengan Liga Primer) United berada di papan bawah. United kalah mengkilap dibandingkan Liverpool setelah tak sekali pun juara di liga domestik selama 19 tahun.
Ia memerlukan waktu empat tahun sebelum meraih trofi pertama, Piala FA pada 1990, dengan mengalahkan Crystal Palace di babak final.
Trofi ini menandai era keemasan United.

Langganan juara

Pada tahun-tahun berikutnya gelar juara liga dan Piala FA menjadi langganan.
Ferguson, yang lahir pada 31 Desember 1941 ini, dikenal sebagai manajer yang tegas dan menjunjung tinggi disiplin, pendekatan yang menjadi salah satu resep sukses United.
Ia tidak segan-segan memarahi pemain yang dinilai tidak tampil maksimal dan dari sini muncul julukan hairdryer (pengering rambut) untuknya. Julukan ini muncul karena ia dianggap sering 'menyemprot' pemain ibarat pengering rambut.
Gayanya yang keras dan tak kenal kompromi juga dianggap sebagai faktor utama munculnya tulang punggung United yang terdiri dari Ryan Giggs, Paul Scholes, David Beckham, Nicky Butt, Gary dan Phil Neville.
Di bawah inspirasi Eric Cantona, anak-anak muda ini mengubah United menjadi tim yang sangat disegani.
Puncaknya pada 1999 ketika United merebut tiga piala dalam semusim, termasuk piala Liga Champions.
Bak cerita film, kemenangan di Liga Champions melawan Bayern Munchen di Barcelona dipastikan dengan dua gol di injury time setelah pada hampir sepanjang pertandingan tertinggal 0-1.

Pribadi yang lembut

Alex Ferguson
Sir Alex Ferguson mengasuh Manchester United sejak 1986.
Dikenal keras, tapi Ferguson juga dikenal memiliki sisi-sisi yang lembut.
"Ia akan mengajak Anda minum seusai pertandingan dan bila ada sesama manajer yang dipecat, ia termasuk salah satu orang pertama yang akan menelepon manajer tersebut," kata David Moyes, manajer Everton.
"Jadi, meski kadang ia bersengketa dengan manajer di liga, saya kira semuanya menghormari Ferguson," imbuhnya.
Sukses United berlanjut pada era 2000-an dan hanya 'terganggu' oleh Jose Mourinho saat mengasuh Chelsea pada 2004 hingga 2007.
United kini tak sekedar klub sepak bola. MU adalah nama besar dengan nilai komersial yang luar biasa.
Stadion Old Trafford juga membengkak dan sekarang bisa menampung 75.000 orang.
Para pendukung United mungkin akan menangisi kepergian Ferguson tapi pada saat yang sama mereka juga akan dengan ikhlas melepasnya.
Determinasi yang tinggi untuk menang dan juara sudah menjadi DNA tim yang berlambang setan merah tersebut.

Alex Ferguson mengundurkan diri dari Manchester United

alex ferguson

Alex Ferguson adalah manajer yang paling berhasil dalam sejarah sepak bola Inggris.
Manchester United mengumumkan bahwa manajer Sir Alex Ferguson akan mengundurkan diri pada akhir musim pertandingan ini.

Sir Alex, yang mengasuh United sejak 1986, adalah manajer yang paling berhasil dalam sejarah sepak bola Inggris.
Gelar juara yang diraih tahun ini di Liga Primer adalah yang ke-20 bagi Ferguson.
Sir Alex, 71, telah meraih 38 piala sejak mengambil alih jabatan manajer dari Ron Atkinson pada tanggal 6 November 1986, termasuk Piala Liga musim ini.
Pretasinya termasuk 13 gelar liga, dua Piala Champions, lima Piala FA dan empat Piala Liga.
"Keputusan untuk mundur adalah salah satu yang sangat saya pikirkan. Inilah waktu yang tepat," kata Ferguson.
"Penting bagi saya untuk meninggalkan satu organisasi pada saat dalam posisi terkuat dan saya rasa saya telah melakukannya."
Pernyataan Manchester United menyebutkan, "Manajer paling berhasil dalam sejarah sepak bola Inggris akan mundur setelah pertandingan melawan West Bromwich Albion pada tanggal 19 Mei dan bergabung dengan dewan klub."

'Terima kasih untuk semua'

"Kualitas tim pemenang ini dengan usia pemain yang berimbang akan dapat melanjutkan keberhasilan pada tingkat tertinggi sementara struktur pemain muda akan menjamin masa depan cerah klub," tambahnya.
Ferguson - yang akan memegang dua jabatan sebagai direktur dan duta United- memuji semua pihak yang menurutnya membantunya membangun klub menjadi salah satu yang terbesar di dunia.
"Istri saya Cathy merupakan tokoh kunci selama karir saya dengan dukungannya. Kata-kata tidak cukup untuk mengungkapkan semua ini," kata Ferguson.
"Sementara para pemain dan staf saya, yang dulu dan sekarang, saya ingin berterima kasih kepada semua atas dedikasi dan profesionalitas yang membantu saya mencapai banyak kemenangan. Tanpa bantuan mereka, sejarah klub besar ini tidak akan sekaya (sekarang)."
"Untuk para pendukung, terima kasih. Dukungan Anda semua dalam bertahun-tahun ini sangat tulus. Merupakan penghargaan besar untuk memimpin klub Anda dan saya sangat menghargai kesempatan saya sebagai manajer Manchester United."
Ferguson adalah manajer yang paling berhasil dalam sejarah sepak bola Inggris.